Mahasiswa Wajib Melakukan Berbagai Improvisasi

Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bima menggelar Wisuda Sarjana Strata Satu Tahun Akademik 2021/2022.Wisuda tersebut di hadiri oleh Ketua Pokja Sumber Daya LLDikti Wilayah VIII I Wayan Sudarma, S.Sos,.M.Ap. STT Bima kali ini meluluskan 49 Mahasiswa dari program studi Teknik Sipil (S1). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Paruga Nae Convention Hail.  Rabu 19 Oktober 2022.

Ketua Pokja Sumber Daya LLDikti Wilayah VIII I Wayan Sudarma, S.Sos,.M.Ap. dalam sambutannya mengatakan bahwa, pada era globalisasi seperti saat ini, persaingan pasar kerja semakin ketat, oleh karena itu para wisudawan tidak bisa hanya berfikir untuk mencari pekerjaan, akan tetapi harus berfikir untuk membuka lapangan pekerjaan. Karena dengan terbukanya era pasar bebas, membuat persaingan pencari kerja semakin sengit, karena mereka ini tidak hanya harus bersaing dengan para alumni perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga para alumni dari perguruan tinggi luar negeri. Secara umum, pemetaan serapan tenaga kerja diprediksi tidak akan sebanding dengan peluang kerja yang ada.

Disisi lain, pengelola Perguruan Tinggi disamping dituntut secara terus menerus meningkatkan kualitas Mutu Pendidikan, juga dituntut untuk mampu berubah pola pikir (mindset) mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Mahasiswa wajib mampu melakukan berbagai improvisasi yang mengarah kepada hal-hal yang inovatif, produktif dan efektif, sehingga mereka menjadi tunas-tunas muda yang dinamis, progresif dan mandiri, serta dengan terbitnya Surat Keputusan Kemdibud Nomor 3 tahun 2020 tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk berkegiatan diluar program studi yang ditentukan sendiri oleh perguruan tinggi itu sendiri, dan mahasiswa juga dapat memilih kegiatan di luar kampus asal yang ditentukan oleh Kemendikbudristek, ini dapat diakses melalui tautan https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/ (ada 8 kegiatan yang dapat mahasiswa pilih di luar kapus) seperti 1. Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). 2. Kampus Mengajar (KM) FLAGSHIP. 3.Indonesia Internasional Student Mobility Award (IISMA) dan IISMA Vokasi. 4. Wirausaha Merdeka (WMK), 5. Praktisi Mengajar (PM), 6. Kampus Merdeka Mandiri (KMM), 7. Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), 8. Membangun Desa/KKN Tematik/Proyek Kemanusiaan:)

Sementara itu, kehadiran Revolusi Industri 4.0, semakin mempersulit keadaan para pencari kerja. Pada Era disrupsi teknologi dan era berbasis cyber physical system ini, dipercaya akan mengurangi secara signifikan penggunaan tenaga manusia. Dan ini merupakan tantangan baru bagi para alumni perguruan tinggi. Bagaimanapun, kondisi ini sudah ada di depan mata, sehingga mau tidak mau, para alumni perguruan tinggi harus menghadapi semua tantangan ini demi masa depan mereka.

Tantangan ini tentu dirasa sangat berat, akan tetapi, dengan usaha, doa, dan bertawa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga apa yang di cita-citakan dapat terwujud. Salah satu usaha yang harus dilakukan oleh para lulusan perguruan tinggi adalah dengan mengubah cara berfikir mereka, dari berorientasi sebagai pencari kerja, menjadi pencipta lapangan kerja. Oleh karena itu, para wisudawan memerlukan satu kompetensi khusus untuk bertahan dan bersabar dalam perjuangan, yaitu Adversity Quotient (AQ). Inilah yang dipahami sebagai kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan, atau kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *