Slider

Pendaftaran IASP Tahun 2020

Nomor : 511/E.E4/BP/2020 15 Mei 2020
Hal : Pendaftaran IASP Tahun 2020

Yth.

  1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
  2. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah I-XV
    di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti)

Dalam rangka meningkatkan kualifikasi Dosen Tetap di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan memperkuat kerjasama antara Indonesia dengan Austria, Ditjen Dikti bekerjasama dengan the Austrian Agency for International Mobility and Cooperation in Education, Science and Research (OeAD) kembali membuka pendaftaran Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP) untuk alokasi tahun 2020. Program ini diperuntukkan bagi Dosen Tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemendikbud untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktor (S3) di Austria.

Syarat dan ketentuan peserta program tersebut yaitu:

  1. Dosen Tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemendikbud dan memiliki NIDN;
  2. Memperoleh izin dari Pimpinan Perguruan Tinggi yang bersangkutan (bagi dosen PTN) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah masingmasing (bagi dosen PTS);
  3. Memiliki gelar S2 atau setara, dengan tahun kelulusan selambatnya tahun 2015;
  4. Tidak untuk menempuh gelar kedua dalam strata yang sama;
  5. Menguasai bahasa Inggris, dibuktikan dengan sertifikat nilai TOEFL minimal 550, IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0 (atau sesuai dengan syarat yang berlaku di perguruan tinggi tujuan) yang masih berlaku;
  6. Memiliki sertifikat penguasaan Bahasa Jerman (apabila ada);
  7. Mempunyai usulan penelitian (research proposal) 2-4 halaman, yang telah didiskusikan dengan calon pembimbing/calon supervisor di universitas tujuan;
  8. Usia maksimal 35 tahun saat mendaftar;
  9. Memiliki Daftar Riwayat Hidup yang lengkap (dalam Bahasa Inggris);
  10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi dari universitas asal (dalam Bahasa Inggris);
  11. Memilik paspor yang masih berlaku;
  12. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan (asli) atau Letter of Admittance dari professor/calon supervisor di perguruan tinggi tujuan;
  13. Pelamar yang berstatus suami-istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama;
  14. Memiliki ijazah (asli) dan transkrip nilai pendidikan terakhir (dalam Bahasa Inggris) yang sudah dilegalisasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *