Slider

STPBI Resmi Berubah Bentuk Menjadi IPB Internasional dan Membuka Dua Prodi Baru

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem A. Makarim menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 120/M/2020 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional di Kota Denpasar menjadi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional di Kota Denpasar serta Izin Pembukaan Program Sarjana Program Studi Bisnis Digital dan Program Sarjana Program Studi Kewirausahaan yang diterima langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) I Made Sudjana SE, MM, CHT, CHA dan didampingi oleh Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Nyoman Gede Astina, M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor LLDIKTI Wilayah VIII, pada Selasa, 25 Februari 2020.

Prof. Dasi mengatakan bahwa, sangat bangga selaku Kepala LLDIKTI karena STPBI telah berubah menjadi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional) artinya pendidikan dibidang pariwisata mengalami perubahan dan lonjakan yang luar biasa dan dapat menambah berbagai macam prodi. Bali sebagai daerah pariwisata dengan kehadiran IPB Internasional ini menjadi kado diawal tahun 2020.
Disampaikan pula bersamaan dengan perubahan bentuk sekolah tinggi menjadi institut ini IPB Internasional juga menambah dua prodi baru. Prodi yang sedang menjadi perhatian bagi anak-anak muda kita, yaitu Prodi S1 Bisnis Digital dan Prodi Kewirausahaan, Prodi Kewirausahaan ini adalah termasuk pertama yang ada di Indonesia timur. Prodi Kewirausahaan ini akan mencetak generasi muda kita sebagai wirausahawan yang unggul baik dibidang pariwisata, jasa, industri, maupun dibidang lainnya. Dengan adanya prodi ini diharapkan dapat melengkapi pendidikan di Provinsi Bali semakin semarak, sehingga anak muda tidak lagi berpikir hanya mencari pekerjaan tapi bagaimana menciptakan suatu lapangan pekerjaan agar mereka menjadi manusia harapan penerus bangsa yang kreatif, inovatif, dan produktif. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami, usaha luar biasa dari Yayasan beserta jajarannya.” ucap Prof Dasi.

Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr Nyoman Gede Astina,M.Pd. mengaku sangat bergembira dan berbahagia pada hari ini, karena secara formal SK sudah diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, peningkatan status dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional menjadi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. “Kami cukup berbangga karena nampaknya satu-satunya institut pariwisata yang ada di Indonesia, kami menjadi yang pertama. Sekaligus menjadi tantangan bagi kami, bagaimana kami dapat mengemban misi ini terutama untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil pilihan-pilihan dengan menambahkan dua prodi baru. Dimana dua prodi baru tersebut sangat dibutuhkan saat ini, yaitu bisnis digital dan kewirausahaan,” ucap Gede Astina.

Negara yang maju adalah negara yang memiliki enterpreneur yang banyak dari sisi jumlah, harapannya dengan adanya ini pihaknya dapat mencetak enterpreneur-enterpreneur baru terutama di Bali ini dan di Indonesia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali pada khususnya. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Kepala LLDIKTI agar diberikan arahan-arahan apa yang harus kami lakukan sehingga tidak sia-sia kami mendapatkan status dan prodi baru ini yang tentu akan kami persembahkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” tegasnya.

Ketua STPBI I Made Sudjana SE, MM, CHT, CHA mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa telah melaksanakan serah terima ini. Ini berkat dorongan Bapak Kepala LLDIKTI untuk bisa membuka prodi baru dan meningkatkan status dari kelembagaan STPBI. Ia juga menjelaskan bahwa, bidang pariwisata dari dahulu sejak tahun 80-an pihaknya telah berjuang untuk menjadikan pariwisata sebagai suatu bidang ilmu yang diakui oleh pemerintah, ternyata perjuangannya cukup lama sampai dengan tahun 2008 baru ilmu pariwisata dianggap sebagai suatu bidang ilmu sehingga baru pada saat itu bisa membuka program akademik pariwisata dan saat ini telah mendapatkan izin sebagai institut pariwisata dan satu-satunya di Indonesia, hal ini membuktikan bahwa pemerintah saat ini betul-betul telah mengakui keberadaan dari bidang ilmu pariwisata. “Kami sangat bangga sekali dan mudah-mudahan kami akan selalu bisa berusaha menjadikan Bali sebagai pusat pendidikan pariwisata nasional bahkan kedepannya kami harapkan dapat menjadi pusat pendidikan pariwisata dunia.”ucapnya.

Dari sisi tenaga pengajar IPB Internasional telah menyiapkan tenaga pengajarnya untuk mengampu dua prodi baru ini, tetapi kedepannya pihaknya menginginkan tenaga pengajar yang dibutuhkan disamping sebagai akademisi dan juga berpengalaman sebagai praktisi sehingga kedua hal ini dapat bersinergi. “Target mahasiswa untuk tahun pertama ini adalah dua kelas. Kami akan berusaha keras melakukan launching kepada masyarakat dengan harapan jika dua kelas tersebut dapat terpenuhi dirasakan sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *