Serdos Sebagai Legitimasi Negara kepada Dosen yang Profesional

Workshop Serdos Tahap II yang bertujuan menggugah profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai dosen ini untuk regional NTB dilaksanakan di Aula Kampus Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Senin 2 September 2019. “Kegiatan serdos tahap II yang dilaksanakan di kampus kami ini semoga dapat berjalan lancar dan peserta mendapat manfaat, sehingga bisa lulus serdos,” harap Dr. Abd. Muhyi Abidin, M.A., Wakil Rektor I dalam sambutannya.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. yang menyampaikan Kita Sukses Serdos di Sister dan Made Kresnawan, SE., MM., menyampaikan materi Pelaksanaan Serdos Tahap II di Sister.

Prof. Dasi menyampaikan bahwa serdos itu sebagai legitimasi negara kepada dosen yang profesional. “Kalau Ibu Bapak gagal serdos, berarti pengakuan sebagai dosen profesional itu tertunda. Implikasi serdos ini adalah mendapatkan tunjangan sertifikasi dari pemerintah,” ujarnya.

“Penyebab gagal dalam serdos salah satunya adalah karya ilmiah tidak bisa diakses karena jurnalnya belum online. Namun, solusi menyediakan repositori di PTS masing-masing untuk menyimpan karya ilmiah dan hasil peer review,” ujar Prof. Dasi ketika memberikan kiat sukses serdos di Sister.

Kemudian banyak dosen yang gagal pada saat pengisian deskripsi diri. “Dosen harus mengisi diri sendiri sesuai dengan pelaksanaan Tri Dharma PT, bukan dengan menduplikasi karya orang lain. Kalau dosen-dosen banyak lulus serdos maka menjadi prestasi LLDikti Wilayah VIII juga,” pungkas Prof. Dasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *