Training of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Anti Korupsi pada Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII

Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) RI berinisiatif untuk menyelenggarakan pertemuan koordinasi teknis dengan para pemangku kepentingan Pendidikan Anti Korupsi (PAK) Jenjang Dikti, yakni Kemristekdikti, Kemenag, Forum Rektor Indonesia, LLDIKTI se-lndonesia, KOPERTAIS se-lndonesia dan APTISI guna mendorong para pengambil kebijakan pusat segera memfasilitasi regulasi dan persiapan lainnya agar Pendidikan Antikorupsi dapat segera diimplementasikan secara merata di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. KPK melaksanakan kegiatan Training Of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi bersama perguruan tinggi yang dikoordinasikan oleh LLDIKTI di beberapa wilayah di Indonesia. Guna efektifitas dan efisiensi, kegiatan ini dilaksanakan di beberapa wilayah dengan melibatkan perwakilan-perwakilan perguruan tinggi.

Tujuan kegiatan Training Of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi antara adalah Memberikan penguatan kapasitas bagi para dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi (PAK), Membentuk kemampuan calon Dosen Pendidikan Anti Korupsi (PAK) dalam mengimplementasikan PAK di perguruan tinggi.

Output dari kegiatan Training Of Trainer (TOT) Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi adalah Dihasilkan model-model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), baik untuk Pendidikan Antikorupsi sebagai mata kuliah mandiri ataupun sisipan, Dihasilkan dosen dan calon dosen pengampu mata kuliah PAK mendapatkan knowledge yang memadai sebagai bekal pengajaran PAK

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Training of Trainer (TOT) Implementasi Pendidikan Anti Korupsi pada Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII di Hotel Santika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 16 Juli 2019. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 60 perwakilan dosen Pengampu Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) atau Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di regional Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari KPK untuk memasukkan pendidikan anti korupsi dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Dalam sambutannya Prof. Dasi menegaskan agar para dosen pengampu mata kuliah dasar umum memberikan pendidikan anti korupsi kepada mahasiswanya. “Dosen harus bersemangat dalam menyampaikan mata kuliah anti korupsi karena merupakan hal yang penting untuk kemajuan bangsa dan negara”, pesan Prof. Dasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *