Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Dompu Nusa Tenggara Barat

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. menghadiri wisuda Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Dompu Nusa Tenggara Barat pada hari Selasa, 2 Juli 2019.

STKIP Yapis Dompu meluluskan sebanyak 173 lulusan program sarjana yang terdiri dari 55 wisudawan dan 118 wisudawati.  Lulusan tersebut dari Prodi Pendidikan Sejarah (P-SJ), Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-BSI), Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (P-BING), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (P-GSD), Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (P-JKR) dan Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (P-TI).

Pada sambutannya, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi wajib meningkatkan mutu pendidikan secara sistematik dan berkelanjutan. Pengelola dan Penyelanggara Pendidikan Tinggi saat ini tidak lagi bisa bekerja tanpa berbasis data dan regulasi dengan tumpuan pada pola recording dan reporting yang baik, benar, dan sistematik serta akuntabel. “Kami mendorong agar beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada dalam naungan satu yayasan agar bergabung dan membentuk institut,” ujar Beliau dalam sambutannya.

Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. juga berpesan kepada wisudawan dan wisudawati agar setelah lulus untuk tidak bergantung kepada orang tua. Diharapkan wisudawan dan wisudawati dapat menciptakan sebuah usaha maupun lapangan pekerjaan sendiri dan jangan hanya terfokus pada satu profesi pekerjaan seperti PNS. Namun bisa juga mengembangkan kecapakan lainnya seperti human skill, design skill, conceptual skill, management skill, technical skill, soft skill dan spiritual skill. Penguasaan terhadap multi kecakapan tersebut memang bukan sebagai jaminan suatu keberhasilan, tetapi paling tidak dengan penguasaan berbagai kecakapan bisa turut serta menjadi bagian dari “permainan” dalam dinamika pembangunan, baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional. “Kami mengucapkan terimakasih kepada orang tua wisudawan sudah mempercayakan anak- anaknya kepada STKIP Yapis Dompu, setelah lulus maka dikembalikan lagi dengan syarat agar didukung perkembangannya supaya bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang tua,”ucap Prof  Dasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *