Workshop Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC)
Tuesday, 23 October 2018 14:07



Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemasiswaan Kementerian Riset, Teknologi , dan Pendidikan Tinggi RI menyelenggarakan kegiatan Workshop Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC). Kegiatan tersebut diikuti oleh PTS dan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII, yang diselenggarakan di Aula LLDIKTI Wilayah VIII, Selasa (23/10).

Sekretaris LLDIKTI Wilayah VIII Ir Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana,M.T dalam sambutannya menjelaskan bahwa, Tingkat persaingan sumber daya manusia (SDM) di pasar kerja nasional dan internasional terus meningkat seiring dengan pemberlakuan pasar bebas dan peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan  dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha, serta kebutuhan tingkat profesionalisme (knowledge, hard skill, soft skill) yang semakin tinggi. Sesuai dengan tujuan pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) menetapkan pola pembinaan mahasiswa untuk memberi wadah berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, terampil, kompeten dan berbudaya. Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi debat, yang telah dirumuskan dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC).

“ Workshop KDMI dan NUDC ini tentunya untuk menyamakan persepsi kita sebelum melaksanakan kegiatan tersebut. Kami Lldikti wilayah VIII mengapresiasi kepada panitia dan peserta yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Harapan kami setelah kegiatan workshop ini, Bapak Ibu sudah dapat lebih awal mempersiapkan dan melaksanakan seleksi di kampus sehingga nantinya dapat mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaik di kampus,” ujarnya.

Menurutnya, Kegiatan debat telah lama menjadi kebutuhan dunia akademik mahasiswa. Tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan dan wawasan global menjadi salah satu alasan mengapa debat perlu menjadi bagian akademik mahasiswa. Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat ke dalam kurikulum pendidikan, Indonesia perlu terus menjadikan debat sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun.

Kegiatan debat menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Inggris, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat, mahasiswa akan dihadapkan pada persoalan-persoalan nyata yang dialami suatu masyarakat atau bangsa. Mahasiswa harus mampu berposisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. Oleh karena itu, debat merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional.

“ Sudah tepat jika institusi pendidikan di Indonesia melaksanakan lomba debat antar mahasiswa dalam rangka internalisasi semangat kompetisi positif yang bermuatan tuntutan kemampuan komunikasi dan argumentasi,” tambahnya.